Data adalah penggambaran fakta secara umum dan dilukiskan dalam bentuk symbol, tulisan atau angka.
1. Tipe Integer
Merupakan tipe data yang nilainya tidak mempunyai titik desimal.
Ada 5 tipe data yang termasuk dalam kelompok ini, yaitu :
| Tipe | Batas Nilai |
| Shortint Integer Longint Byte Word | -128 … 127 -32768 … 32767 -2147483648 … 2147483647 0 … 255 0 … 65535 |
2. Tipe Boolean
Merupakan tipe data yang memiliki 2 (dua) buah nilai logika yaitu True (benar) dan False (salah). Ini penting untuk pengambilan keputusan dalam suatu program.
3. Tipe Char
Merupakan tipe data yang berupa sebuah huruf / karakter tertentu, seperti : ‘L’ , ‘A’ , ‘B’ , ‘/’ .
4. Tipe String
Merupakan data yang berisi sederetan karakter yang banyaknya dapat berubah-ubah sesuai kebutuhan, yaitu dari 1 sampai 255 karakter. Sebagai contoh : ‘LAB KOMPUTER’, merupakan contoh tipe data string dengan panjang 12.
5. Tipe Subjangkauan
Merupakan tipe data yang memiliki batas nilai awal dan akhir tertentu. Sebagai contoh :
Type
Nilai = 0..100;
Ini menunjukkan nilai integer dari angka nol (0) sampai dengan seratus (100).
6. Tipe Real
Merupakan tipe data yang memiliki nilai numeric dengan disertai minimal satu angka desimal
| Real Single Double Extended Comp | 2.9 x 10-39..1.7 x 1038 1.5 x 10-45..3.4 x 1038 5.0 x 10-324..1.7 x 10308 3.4 x 10-4932..1.1 x 104932 -263+1..263-1 |
Beberapa bentuk umum deklarasi dalam Pascal :
- Deklarasi Perubah :
Var
Daftar pengenal : tipe data;
- Deklarasi Konstanta :
Const
Pengenal1 = konstanta1;
Pengenal2 = konstanta2; dst.
- Deklarasi Procedure :
Prosedure pengenal[(daftar parameter)];
bagian deklarasi
begin
statemen-statemen;
end
contoh :
Procedure Warna;
Procedure Rerata(var X,Y : integer;
Var mean : real);
- Deklarasi Fungsi :
Function pengenal[(daftar parameter formal)]:tipe data;
bagian deklarasi
begin
statemen-statemen;
end.
Contoh :
Function Rerata(X,Y : integer) : real;
Statemen Masukan
Pascal mempunyai dua statemen untuk membaca data yaitu READ dan READLN. Statemen read tidak memperhatikan batas baris, rinci data (yang tersedia) akan selalu dibaca tidak tergantung apakah mereka ada dibaris yang sama atau tidak. Statemen READLN memulai pembacaan data pada posisi baris saat itu dan meneruskan ke awal baris baru setelah pembacaan selesai.
Bentuk Umum statemen READ adalah :
READ(pengenal1[,pengenal2,pengenal3,……..]);
Statemen READLN sangat mirip dengan statemen READ dengan sedikit perbedaan, bahwa setelah semua nilai pada satubaris dibaca, kursor akan diset pada posisi baris berikutnya. Statemen READLN dapat digunakan tanpa argumen untuk mengatur kembali posisi kursor ke awal baris berikutnya, dengan anggapan bahwa I,X. dan Y adalah perubah bertipe REAL, maka statemen :
READLN(I,X,Y);
Ekuivalen dengan
READ(I,X,Y); writeln;
Yang menunjukkan bahwa pada baris yang berisi Y semua nilai yang tersisa akan dilompati.
Statemen Keluaran
Untuk keluaran pascal, terdapat dua statemen yaitu write dan writeln. Pada umumnya writeln lebih mudah digunakan.
Bentuk umum writeln :
Writeln([kalimat],pengenal);
dimana :
kalimat : keterangan yang akan dicetak seperti apa adanya.
Pengenal : nama perubah yang nilainya akan dicetak.
Bentuk umum write :
Write([kalimat],pengenal);writln;
Statemen write akan menyebabkan kalimat dan nilai pengenal dicetak, kemudian writeln akan mencetak spasi kosong pada baris yang sama, dilanjutkan dengan penggerakkan kursor sebaris berikutnya.
Contoh Program
Program contoh1;
var
A,B :integer;
C :real;
D :string[10];
E :char;
begin
writeln(‘masukkan data untuk masing-masing variabel !’);
readln(A);
readln(B);
readln(C);
readln(D);
readln(E);
writeln;
writeln(‘A = ‘,A,’ B =’,B,’ C =’,C:7:2);
writeln(‘D = ‘,D);
writeln(‘E = ‘,E);
end.
Program contoh2;
uses crt;
var
C,F :real;
begin
clrscr;
write(‘berapa celcius ?:’);
readln(C);
F:=1.8*C+32;
writeln;
writeln(C:8:2,’celcius sama dengan’,F:8:2,’Fahrenheit’);
readln;
end.
Program luas lingkaran;
const pi=3.14159;
var
R,kel_ling,luas_ling,luas_bola,vol_bola :real;
begin
write(‘inputkan data jari-jari :’);readln(R);
kel_ling:=2*pi*R;
luas_ling:=pi*R*R;
luas_bola:=4*luas_ling;
vol_bola:=luas_bola*r/3;
writeln(‘jari-jari’,R:6:2);
writeln(‘lingkaran->keliling :’,kel_ling:6:2,’ luas :’,luas_ling:6:2);
writeln(‘bola->luas:’,luas_bola:6:2,’ volume:’,vol_bola:6:2);
readln;
end.
SEMOGA BERMAMFAAT…
Free Download E-book
Selengkapnya...